Language:
Get Involved
Kamis, 19 April 2012 12:49
PILKADA DKI 2012 --Jalan Demokratik Perjuangan Hak Atas Air dan Sanitasi ?

Demokratisasi Air DKI Jakarta
“Tatap Muka Cagub-Cawagub dengan Warga Jakarta; Warga Bertanya Kandidat Menjawab”

Bagi Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia dengan ambisi sebagai  Poros Komunitas ASEAN 2015, kondisi pengelolaan air dan sanitasi adalah potret yang memalukan. Inilah potret kota yang berkembang secara alamiah, tanpa perencanaan, tanpa kepemimpinan. Jakarta adalah contoh pengelolaan asal-asalan.

Mejelang Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur tahun ini, semua sisi kekacauan ibukota kembali menyeruak, disertai juga dengan harapan-harapan akan formasi kepemimpinan baru. Dan seperti kebiasaan-kebiasaan dalam setiap proses politik di Indonesia; janji-janji yang dibalut dengan konsep-konsep canggih kembali digelar. Akankah PILKADA kali ini memberikan ruang bagi warga DKI Jakarta untuk kembali berani berharap mendapat haknya sebagai WARGA? Semua akan diuji pada kualitas proses demokrasi yang akan berlangsung.

Demokrasi tidak boleh berhenti hanya sebagai prosedur dan institusi belaka: pemilu, parpol, pilkada, tetapi juga kebijakan, program, hasil, dan perbaikan kesejahteraan umum. Dengan kata lain, Demokrasi tidak boleh berkutat pada “input” (pemilu), tetapi melupakan  “output” (rule of law, imparsialitas, kualitas pemerintah, korupsi berkurang, pelayanan public lebih baik, jaminan sosial, keterlibatan warga dll).

J. J. Rizal pernah menulis bahwa tingkat keamanan air bersih di Jakarta hanya sektar 2,2 persen, atau jika ditambah dengan air tanah menjadi 27,2 persen. Penelitian Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) mengungkapkan fakta yang lebih mengerikan. Mutu aliran sungai di 45 titik pantau di 13 DAS Ciliwung pada 2010: kondisi baik nol persen, tercemar ringan sembilan persen, tecemar sedang sembilan persen dan tercemar berat 82 persen.

Tidak mengherankan, karena 2,5 persen timbulan sampah Jakarta (600 m3/hari) mengalir di Sungai Ciliwung. Hingga saat ini, Jakarta hanya memiliki 3% sistem gorong-gorong air kotor terpusat yang melayani 2% populasinya (PDPALJaya, 2010). Selain sistem ini, ada beberapa sistem setempat (komunal dan individual) yang kurang lebih melayani 15% populasinya (BPLHD report 2010 in PDPALJaya, 2010).  Pada umumnya masyarakat menggunakan septic-tank di rumahnya, namun kondisinya tidak terpantau dan kemungkinan besar mengalami kebocoran serta mencemari air tanah dan air permukaan.

Selain kondisi pengolahan air limbah rumah tangga landed houses yang memprihatinkan, kondisi fasilitas hunian vertikal pun sama kacaunya. Dari 114 gedung apartemen yang terdaftar di BPLHD DKI Jakarta, lebih dari 50% tidak memiliki fasilitas pengolahan air limbah (data wawancara Prathiwi, 2010). Secara kasar dapat diperkirakan bahwa sekitar 85% grey water (air kotor domestik non-tinja) dan sekitar 60% black water (air kotor domestik mengandung tinja) Jakarta tidak terolah dan dibuang begitu saja ke badan air dan tanah.

Ironisnya, dengan curah hujan yang sangat tinggi, kelangkaan air bersih tetap saja terjadi. Salah satu air termahal di dunia bahkan dijual di Jakarta. Lebih dari 40 persen rumah warga Jakarta tidak memiliki sambungan air perpipaan. Warga miskin terpaksa membeli air dengan harga 37 ribu hingga 85 ribu rupiah per meter kubik. 

Air tanah menjadi solusi yang siap menghantam kembali. Penurunan air tanah nyata terukur. Data 2007-2008 menunjukkan bahwa bagian utara Jakarta mengalami penurunan 17-26 sentimeter per tahun, dengan kecepatan pemompaan yang semakin meningkat tiap tahunnya.

PAM Jaya yang merupakan representasi Negara dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia atas Air dan Sanitasi telah terjebak dalam 25 tahun kontrak privatisasi sejak 1997. Hingga akhir 2010, PAM Jaya menanggung akumulasi kerugian senilai Rp 1,3 triliun. Sementara ekuitas perusahaan menjadi minus Rp 985,72 miliar. Disamping itu, aset PAM yang sebelum kerjasama dengan operator swasta mencapai Rp 1,49 triliun, sesuai audit tahun 2007 turun menjadi sekitar Rp 204,46 miliar. Dan disaat ketidak-beresan dalam PAM Jaya akan di urai, secara tiba-tiba pemerintah berubah sikap dan tunduk pada tekanan dari pihak swasta dan bahkan pemerintah asal perusahaan induk (Tempo 9 – 15 Januari 2012).

Pilkada Sebagai Ruang Demokratisasi air?

Bagi Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia dengan ambisi sebagai Pusat Poros Komunitas ASEAN 2015, kondisi seperti yang terpapar di atas adalah potret yang memalukan. Inilah potret kota yang berkembang secara alamiah, tanpa perencanaan, tanpa kepemimpinan. Jakarta adalah contoh pengelolaan asal-asalan.

Mejelang Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur tahun ini, semua sisi kekacauan ibukota kembali menyeruak, disertai juga dengan harapan-harapan akan formasi kepemimpinan baru. Dan seperti kebiasaan-kebiasaan dalam setiap proses politik di Indonesia; janji-janji yang dibalut dengan konsep-konsep canggih kembali digelar. Akankah PILKADA kali ini memberikan ruang bagi warga DKI Jakarta untuk kembali berani berharap mendapat haknya sebagai WARGA? Semua akan diuji pada kualitas proses demokrasi yang akan berlangsung.

Demokrasi tidak boleh berhenti hanya sebagai prosedur dan institusi belaka: pemilu, parpol, pilkada, tetapi juga kebijakan, program, hasil, dan perbaikan kesejahteraan umum. Dengan kata lain, Demokrasi tidak boleh berkutat pada “input” (pemilu), tetapi melupakan  “output” (rule of law, imparsialitas, kualitas pemerintah, korupsi berkurang, pelayanan public lebih baik, jaminan sosial, keterlibatan warga dll).

Lebih dari itu, karena kegiatan ini dilakukan dalam bentuk tatap muka/dialog umum, maka kegiatan ini bertujuan pula untuk menolak politik uang atau kampanye dengan memberikan materi kepada warga/konstituen.


PELAKSANA DAN PESERTA KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan oleh “Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) yang terdiri dari organisasi-organisasi non pemerintah beserta Jaringan komunitas-komunitas warga Jakarta .

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal       : Minggu, 29 Mei 2012
Tempat               : Gedung LBH Jakarta Lt.1 (Jl. Diponegoro No. 74 Jakarta)
Waktu                : Pkl. 13.00 s.d selesai


V.    ALUR KEGIATAN

Waktu Kegiatan Pengisi
13.00 s.d 13.15    Pembukaan     Fessy Alwi  
13.15 s.d 14.00 Testimoni dan Pemutaran film  Panitia
14.00 s.d 15.00 Kandidat Bicara dipandu Fessy Alwi
15.00 s.d 16.00 Warga Bicara FA
16.00 s.d 16.30 Penutup dan Komitmen kandidat  FA


KOALISI MASYARAKAT MENOLAK SWASTANISASI AIR JAKARTA (KMMSAJ)
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Indonesian Corruption Watch (ICW), Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRUHA), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), Solidaritas Perempuan (SP) Jabotabek, Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), Koalisi Anti Utang (KAU), Green Student Movement (GSM), Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Marginal (LAPAM), Aliansi Rakyat Menolak Penggusuran (ARMP), Serikat Becak Jakarta (SEBAJA), Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), Paralaegal LBH Jakarta, Komunitas Warga Kebun Sayur, Komunitas Warga Papanggo, Komunitas Warga Budidarma, Komunitas Warga Petukangan, Komunitas Warga Pondok Labu.

Sekretariat    : Jl. Diponegoro Nomor 74 Menteng, Jakarta
Telp.             : 021 3145518        Fax        : 021 3912377 
CP                 :
-    Martin (KIARA)    : 0856250081
-    Reza (KRUHA)    : 081370601441
-    Sidik (LBH Jakarta)    : 087774756566


« Back to archive Get Involved | | |
Get Involved Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno