Language:
Siaran Pers
Sabtu, 07 Juli 2012 21:33
Solidaritas Asia Eropa: IMF Berusaha Selamatkan Diri lewat Kas Sejumlah Negara

Solidaritas Asia Eropa: IMF Berusaha Selamatkan Diri lewat Kas Sejumlah Negara

Jakarta, 8 Juli 2012. Pemerintah Indonesia mengumumkan komitmen “pinjaman” kepada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas pemberian pinjaman lembaga itu. Jumlah komitmen yang dimaksud tidak sedikit, yakni 1 miliar dolar AS atau sekitar 9,4 triliun rupiah. Dana itu bersumber dari cadangan devisa Bank Indonesia. Ini bisa menjadi persoalan bagi perekonomian domestik, di antaranya di Indonesia.

Seperti disebutkan secara resmi dalam Siaran Pers IMF No. 12 /148, bahwa Indonesia, Malaysia dan Thailand menyatakan komitmennya untuk bergabung dalam upaya internasional meningkatkan sumber dana IMF dan akan melakukan konsultasi di dalam negeri terkait hal itu. Sebelumnya, pada saat pertemuan tahunan yang jatuh pada Juni 2012, IMF menyambut komitmen para negara anggota untuk meningkatkan sumber dana hingga lebih dari 430 miliar dolar AS, atau hampir dua kali lipat dari kapasitas pinjaman yang ada. 

Menurut Koalisi Anti Utang ( KAU ), bahwa Pemerintahan SBY seharusnya berkaca pada kondisi utang Indonesia sebelum memutuskan untuk menambah kapasitas modal IMF. Indonesia masih menjadi negara pengutang dengan beban utang yang memberatkan anggaran negara. Secara keseluruhan pada akhir 2011 total utang pemerintah Indonesia sebesar Rp 1.803 triliun. Utang terus mengalami peningkatan hingga mencapai sebesar Rp1.960 triliun pada Mei 2012, atau meningkat sekitar Rp 157 triliun. Kondisi ini menimbulkan beban yang sangat besar dalam anggaran negara. Sebagaimana ditunjukan dalam APBN 2010 bahwa realisasi pembayaran cicilan dan pokok utang dalam mencapai Rp 215.546 triliun atau setara dengan 20,6 persen total realisasi belanja negara tahun 2010.

Tabel. Perkembangan Utang Pemerintah Indonesia ( 2007-2012 )
( dalam triliun rupiah )

  2007 2008 2009 2010 2011 2012*
Pinjaman 586 730 611 612 616 612
Surat Berharga Negara 803 906 979 1,064 1,188 1,347
Total 1,389 1,637 1,591 1,677 1,803 1,960

Sumber: Dirjen Pengelolaan Utang, Kemenkeu

Jumlah pembayaran utang meningkat pada tahun 2011 hingga mencapai Rp 240.517 triliun, bahkan dalam pagu APBN-P 2012 jumlah pembayaran utang naik hingga Rp 322.709 triliun. Bila dibandingkan porsi anggaran untuk sektor kesehatan, pendidikan, perikanan dan pertanian, jumlah pembayaran utang telah menghabiskan porsi anggaran negara dalam jumlah yang sangat signifikan.

Muhammad Reza Sahib, Koordinator Advokasi Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air ( KRuHA )  menyebutkan bahwa, “Target kehadiran IMF bukan untuk menyelamatkan Eropa dari krisis, melainkan membantu IMF yang sedang kritis dengan mendompleng krisis sejumlah negara di kawasan itu. ”  

“Di kawasan Eropa dan Asia, meskipun pada level yang berbeda, krisis semakin memperkaya segelintir pemilik modal melalui perampasan dana publik, kesepakatan investasi dan perdagangan bebas. Kesejahteraan rakyat dipangkas melalui kebijakan pengetatan anggaran, pencabutan subsidi, kenaikan harga energi dan bahan pangan. Berbagai kebijakan dana talangan untuk sektor swasta ternyata gagal menyelamatkan krisis. Justru yang terjadi sebaliknya, utang negara bertambah besar, pajak yang dipungut ke rakyat bertambah banyak, sementara subsidi dihapuskan. Situasi petani-nelayan bukannya membaik, malah kian terpuruk,” pungkas Riza Damanik, Ketua Komite Internasional Indonesia untuk Forum Rakyat Asia Eropa ( AEPF Indonesia ) yang juga Sekretaris Jenderal KIARA.   

Kebijakan pemerintah seluruh dunia yang dikendalikan secara dominan oleh perusahaan-perusahaan raksasa, telah melahirkan perlawanan luas dari masyarakat dunia. Kantor-kantor pemerintahan dan parlemen selalu diserbu oleh ratusan ribu demonstran, mereka yang berasal dari kaum buruh, produsen pangan, pengangguran dan para pensiunan. Mereka menolak cara-cara pemerintah yang terus mensubsidi para pengusaha pada satu sisi, sementara memotong anggaran publik pada sisi yang lain. Demostrasi besar sepanjang tahun 2010 di Eropa selalu berahir dengan kerusuhan.

“AEPF Indonesia sebagai wujud solidaritas yang luas di antara seluruh sektor dan elemen rakyat di kedua kawasan menyatakan penolakan atas kebijakan IMF yang hanya melindungi pemilik modal dan mengabaikan kemanusiaan, ” papar Riza.

Direktur IMF Christine Lagarde dijadwalkan akan datang ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) pada 10 Juli 2012 mendatang. Komite Indonesia untuk Forum Rakyat Asia Eropa ( AEPF ) menentang kedatangan IMF dan rencana pemerintah untuk menambah modal IMF.  


Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Dani Setiawan, Koordinator Koalisi Anti Utang ( KAU )
Di 08129671744

Muhammad Reza Sahib, Koordinator Advokasi Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air ( KRuHA )
Di 081370601441

Riza Damanik, Ketua Komite Internasional Indonesia untuk Forum Rakyat Asia Eropa ( AEPF Indonesia ) dan Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan ( KIARA )
Di 081286597271


« Back to archive Siaran Pers | | |
Siaran Pers Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno