Language:
Siaran Pers
Rabu, 11 Juli 2012 12:20
Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK)
Demi Tradisi, Untuk Keselamatan Lingkungan, Melawan Keserakahan Industri Semen

SIARAN PERS
Nasib Ribuan Warga Pegunungan Kendeng Digantung Kemenhut
 
Sejak tahun 2006 warga di Kawasan Pegunungan Kendeng menghadapi ancaman kerusakan lingkungan, serta penghilangan sumber penghidupan karena rencana pendirian pabrik semen. Rencana di wilayah Kars Sukolilo Utara tersebut membuat masyarakat terus mengalami pergolakan. Masyarakat yang mayoritas berpenghidupan sebagai petani selama ini memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap Kars Sukolilo Utara, utamanya terkait dengan kebutuhan air, sawah, serta hutan. Pada tahun 2010 Mahkamah Agung melalui putusan nomor 103 K/TUN/2010 memenangkan gugatan tata usaha tentang ijin penambangan bahan galian C di kawasan karst sukolilo. Putusan ini secara otomatis membatalkan AMDAL  PT. Semen Gresik  yang akan merencanakan pembangunananya sejak tahun 2006.
 
Namun, sejak awal  tahun 2011, PT. SMS (Sahabat Mulia Sakti) yang mengaku sebagai anak perusahaan PT. Indocement Tunggal Perkasa (ITP) juga mulai melakukan sosialisasi rencana pembangunan pabrik semen dan  rencana penyusunan AMDAL untuk pertambangan batu gamping di kawasan karst Sukolilo. Menteri kehutanan mendukung rencana ini dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor.SK.642/Menhut-II/2010, tanggal 19 November 2010 tentang izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas ± 5000 (lima ribu) hektar. Kawasan hutan produksi sebagaimana dimaksud dalam surat ijin tersebut adalah kawasan hutan jati yang pengelolaaannya dilakukan oleh Perum Perhutani bersama dengan masyarakat setempat atau pesanggem [Lembaga Masyarakat Desa Hutan(LMDH)] berjumlah sekitar lebih dari 9.620 orang. Keluarnya ijin pinjam pakai ini menjadi ironis, sebab setiap tahunnya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah selalu mengalami kekeringan dan bencana banjir akibat kurangnya resapan air. Keberadaan pabrik semen akan mengambil daerah resapan air yang saat ini masih tersisa.
 
Hingga saat ini, sikap warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) yang sejak tahun 2006 memperjuangkan kelestarian kawasan karst Sukolilo (pegunungan Kendeng) tetap menolak pembangunan pabrik semen. Selama ini, upaya JMPPK yang memiliki makna penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bagi pertanian, masih belum ditanggapi secara positif oleh para pihak yang berkepentingan. Dengan semangat mempertahankan Kendeng yang lestari JMPKK datang ke Jakarta dengan tututan sebagai berikut:
 
1.    Tidak memperpanjang ijin eksplorasi batu gamping dan tanah liat atas nama PT. Sahabat Mulia Sakti (PT. SMS) atau perusahaan tambang manapun;
2.    Tidak mengeluarkan ijin eksplorasi yang telah terlanjur dikeluarkan ke tahap eksploitasi
3.    Tidak mengeluarkan ijin pertambangan kepada pihak manapun
4.    Segera menyusun kebijakan yang holistic dan multi pihak dalam pengelolaan kawasan karst secara lestari
5.    Memberi ruang gerak dan kesempatan bagi masyarakat setempat untuk mengelola kawasan karst secara adil dan lestari;
6.    Secara proaktif menjaga dan menjamin suasana damai dan nyaman bagi masyarakat setempat.
 
Kami (JMPPK) menyadari sepenuhnya, jika dibandingkan dengan kekuatan kapital perusahaan serta kekuatan politik pemerintah, kekuatan kami tidak ada apa-apanya. Kekuatan kami hanya terletak pada harapan terwujudnya keadilan bagi rakyat kecil. Semoga Tuhan pencipta alam semesta menuntun langkah kami.
 
Jakarta, 10 Juli 2012
Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK)


« Back to archive Siaran Pers | | |
Siaran Pers Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno