Language:
Siaran Pers
Minggu, 24 November 2013 10:09
JMPPK: POLRI HARUS LINDUNGI SUMBERDAYA ALAM dan WARGA, BUKAN PERUSAHAAN PERUSAK LINGKUNGAN!


[Jakarta, 25 November 2013] – Hari ini, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesa (Mabes POLRI). Kedatangan JMPPK  untuk melaporkan berbagai pembiaran terhadap tindak kekerasan terhadap warga sebagai akibat dari penolakan pendirian pabrik semen. JMPPK sejak 2006 aktif melakukan penolakan eksploitasi kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Upaya Upaya JMPPK melestarikan pegunungan kendeng berujung pada mundurnya PT. Semen Gresik Tbk pada tahun 2008. 

Pertambangan terus mengancam kelestarian Pegunungan Kendeng Utara. Pada tahun 2011, PT. SMS (Sahabat Mulia Sakti) yang mengaku sebagai anak perusahaan PT. Indocement Tunggal Perkasa (ITP), tiba-tiba mulai melakukan sosialisasi rencana pembangunan pabrik semen dan  rencana penyusunan AMDAL untuk pertambangan. 

Pertambangan PT SMS tersebut rencananya akan dilakukan di kawasan hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani Unit I di wilayah KPH Pati dan KPH Grobogan seluas + 5.000 (lima ribu) hektar. Wilayah hutan tersebut berada di Kawasan Kars Sukolilo yang telah ditetapkan dalam Kepmen ESDM No.0398 K/40/MEM/2005 Tentang Penetapan Kawasan Karst Sukolilo atau yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Kawasan Karst Pegunungan Kendeng Utara. 

Sementara, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, kawasan yang memiliki bentang alam kars merupakan kawasan lindung geologi. Sehingga rencana pertambangan PT. SMS berada di kawasan Kars Sukolilo yang masuk kategori kawasan lindung. 

Dari pengalaman warga yang selama ini menolak pendirian pabrik semen, kepolisian (daerah Propinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Pati) lebih memihak pada kepentingan perusahaan, dan bukan tidak melindungi masyarakat. Warga sering menjadi korban tindak kekerasan aparat. 

“JMPPK yang sebagian besar anggotanya adalah petani di kawasan Pegunungan Kendeng meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk aktif melindungi masyarakat dari berbagai ancaman aktivitas pertambangan di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara, demi terciptanya kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat sekitar Pegunungan Kendeng Utara serta terwujudnya lingkungan yang lestari” Tutup Gunretno, Koordinator JMPPK


Gunung Kendeng..Lestari! Lestari! Lestari! 
Cp. Gunarti 085200117499.
Catatan Untuk Media:Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) adalah paguyuban masyarakat yang memiliki komitmen untuk menjaga dan melestarikan alam sekitar Pegunungan Kendeng. Sejak tahun 2006 JM-PPK bersama masyarakat di kawasan Pegunungan Kendeng sudah dengan tegas menolak pendirian eksploitasi kawasan karst di kawasan Pegunungan Kendeng Utara di Jawa Tengah.


« Back to archive Siaran Pers | | |
Siaran Pers Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno