Language:
Informasi
Rabu, 10 Agustus 2011 20:56
Diskusi Diponegoro Jilid I
Membongkar Mafia Air Jakarta


“ Air merupakan anugerah Sang Pencipta, tanpa air hidup manusia menuju kematian, karena kerakusan, air menjadi lahan eksploitasi untuk memperkaya diri sendiri”

A.    Latar Belakang
Air yang berhubungan erat dengan kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari kerangka Hak Asasi Manusia. Pengakuan air sebagai hak asasi manusia mengindikasikan dua hal; di satu pihak adalah pengakuan terhadap kenyataan bahwa air merupakan kebutuhan yang demikian penting bagi hidup manusia, di pihak lain perlunya perlindungan kepada setiap orang atas akses untuk mendapatkan air. Oleh karena itu pengelolaan dan penguasaan air hendaknya dilakukan bersama-sama atau diusahakan oleh publik sebagaimana telah diamanatkan oleh para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Hak atas air sebagai hak asasi manusia juga tercermin dalam Pasal 5 UU Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan Kovenan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia dengan UU No 11 tahun 2005.
Air yang diusahakan secara bersama atau dikuasai oleh publik tercermin dari pengelolaan oleh pemerintah, yang awalnya juga terjadi di Kota Jakarta melalui PAM Jaya. Ternyata pengelolaan air oleh publik pun makin hari makin tergerus oleh kepentingan pihak swasta.  Awal mula partisipasi sektor swasta dimulai sejak bulan Juni 1991 saat Bank Dunia mulai memberikan pinjaman kepada PAM Jaya, perusahaan publik pengelola air di Jakarta, senilai USD 92 juta untuk perbaikan infrastruktur. Pinjaman yang juga didukung oleh pinjaman dari Dana Kerjasama Ekonomi Jepang digunakan untuk membangun instalasi pengolahan air Pulogadung. Kedua organisasi ini adalah sponsor utama pelibatan sektor swasta dalam pengelolaan air bersih Jakarta. Tidak hanya itu saja, ada pula dugaan kolusi yang melibatkan anak Presiden Soeharto yang menjabat pada waktu itu.
Pengelolaan air yang melibatkan pihak swasta dibungkus rapi dengan isu ketidakmampuan pemerintah kota (PAM Jaya) dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Perusahaan swasta yang terlibat dalam pengelolaan air bersih di Jakarta saat ini adalah  PT Aetra Air Jakarta  (Aetra) dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja)
Pengelolaan air oleh pihak swasta yang diduga sarat dengan kolusi pun tak pelak menimbulkan kontrak yang tidak adil, sehingga mengakibatkan PAM Jaya terbelit utang kepada PT Aetra dan PT Palyja sebesar Rp 580 miliar, padahal PT Palyja mendapatkan untung Rp 216,1 milliar dan PT Aetra mendapat untung Rp 139,6 milliar selama kontrak kerja sama. Pemprov DKI pun mengakui adanya kerugian hingga Rp 18 triliun jika kontrak diteruskan sampai tahun 2022. Kondisi tersebut, telah menjebak Pemprov DKI dan warga DKI dalam jebakan eksploitasi yang hanya menguntungkan perusahaan asing belaka.
Dengan menyerahkan kepada pihak swasta tidak hanya kerugian yang didapat, pelayanan yang buruk pun tetap dirasakan oleh warga Jakarta. Berdasarkan Laporan Akuntabilitas Badan Regulator 2007, PT Palyja gagal memenuhi beberapa target. Pada target teknis, paling mencolok PT Palyja gagal memenuhi target rasio cakupan pelayanan. Dari 75% target, hanya 58.99% yang terpenuhi. Sementara dari segi target layanan, realisasi yang kegagalannya paling parah adalah pelayanan sambungan baru yaitu dari 100%  hanya terpenuhi 32,96%.
Menyerahkan penyediaan layanan air kepada swasta pada akhirnya justru menimbulkan kerugian dan terganggunya akses masyarakat untuk memperoleh hak atas air, yang merupakan bentuk pengabaian terhadap nilai-nilai hak asasi manusia. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perubahan dengan mengembalikan ‘ruh’ hak atas air sebagai milik bersama yang harus diusahakan bersama melalui badan publik. Perubahan tersebut dapat dimulai dari pelayanan air di Kota Jakarta dengan salah satu langkah konkrit mendorong pemutusan kontrak antara PAM Jaya dengan PT Palyja dan PT Aetra dan menyerahkannya kembali kepada publik.


B.    Kegiatan
Diskusi Diponegoro Jilid I itulah kata-kata yang muncul ketika berpikir apa yang dapat dilakukan untuk perbaikan kondisi bangsa karena ide untuk diskusi muncul dan akan dilaksanakan di Jalan Diponegoro maka dinamakan sebagai “Diskusi Diponegoro”. Diskusi Diponegoro pertama kali ini akan membahas hak atas air di Indonesia khususnya di Kota Jakarta, yang dilaksanakan oleh LBH Jakarta bekerjasama dengan Koalisi Masyarakat Jakarta Menolak Swastanisasi Air Jakarta dengan tema “Membongkar Mafia Air Jakarta”, dengan susunan acara sebagai berikut:


No    Waktu    Kegiatan
1    15.00 – 15.10    Pertunjukan Musik dari Simphoni 10
2    15.10 – 15.30    Testimoni Warga Jakarta terkait dengan pelayanan air bersih
3    15.30 – 15.50    Membongkar Masalah Air Jakarta dan Keterlibatan Pemerintah di Dalamnya oleh Nila Ardhianie (Direktur Amrta Institute)
4    15.50 – 16.10    Pemaparan Hak Atas Air Menurut Instrumen Hukum Internasional dan Nasional oleh Hamong (Kruha)
5    16.10 – 16.20    Pertunjukan Musik dari Simphoni10
6    16.20 – 16.50    Diskusi “Strategi Diponegoro Untuk Perbaikan Hak Atas Air” (Tommy/Nurkholis Hidayat-LBH Jakarta)
7    16.50 – 17.10    Pertunjukan Musik dari Band Kampus Jayabaya
8    17.10 – 17.20    Rencana Tindak Lanjut
9    17.20 – 17.45    Pertunjukan dari Komunitas Tugu Proklamasi
10    17.45 – selesai    Buka Puasa Bersama

Moderator : Alghiffari Aqsa (LBH Jakarta)
C.    Waktu dan Tempat
ï    Hari/tanggal    : Kamis, 11 Agustus 2011
ï    Waktu         : 15.00 – 18.00 WIB
ï    Tempat        : LBH Jakarta (Jl. Diponegoro No 74, Jakarta Pusat)


D.    Penyelenggara
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KRuHA, Solidaritas Perempuan Jabotabek, SP PDAM Jakarta, FPPI, WALHI Jakarta, JRMK, LBH Jakarta, Koalisi Anti Utang, ).


« Back to archive Informasi | | |
Informasi Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno