Language:
Informasi
Senin, 09 Juli 2012 23:02
GUBERNUR JATIM DIMINTA TETAPKAN KALI SURABAYA SEBAGAI KAWASAN PERLINDUNGAN IKAN

/ecotondotcomnews.

Surabaya, Senin 9 Juli 2012: Dalam rangka memulihkan Kali Surabaya yang merupakan sumber air minum warga Surabaya, ecoton menemui Gubernur Jawa Timur dan menuntut tindakan tegas terhadap industri pencemar kali. Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan rencana ecoton untuk melakukan gugatan legal standing kepada PG Gempol Kerep, inisiatif yang juga di dukung oleh Gubernur.

Dalam temuan BLH Jawa Timur sudah dijelaskan bahwa buangan limbah Cair PG Gempol Kereb jauh diatas standar baku mutu limbah cair industri, maka tidak usah menunggu ditetapkan sebagai pembunuh ikan, mestinya ecoton harus bisa menggugat PG Gempol Kereb," ungkap Soekarwo didepan pejabat teras ecoton dan Kepala BLH Jawa Timur Indra Wiragana. Untuk dana Pemulihan lingkungan yang dituntut oleh ecoton kepada PTPN X,  Gubernur berjanji akan menjembatani komunikasi antara ecoton dan PTPN X.

Selain membahas masalah penanganan Ikan mati di Kali Surabaya 25-30 Mei 2012, pertemuan ini juga membahas 3 usulan ecoton terkait pemulihan kali Surabaya; pertama, Meminta agar Gubernur Jawa Timur mendukung rencana penetapan kawasan perlindungan Ikan Kali Surabaya yang terletak di Hulu Kali Surabaya (Mlirip Mojokerto Hingga Jembatan Legundi Gresik), dalam kawasan ini kondisi ekosistemnya relatif mendukung dan saat ini ecoton sedang  melakukan kajian ekologi, “selama setahun ini kami sedang melakukan kajian persiapan penetapan kawasan perlindungan ikan Kali Surabaya, diantaranya aspek Habitat sungai yang meliputi kesehatan bantaran, ketersediaan pakan alami ikan dan kualitas air," Ungkap Andreas Agus Kristanto, lebih lanjut ia menyatakan bahwa selama 10 Tahun terakhir data pemantauan kualitas air di Mlirip-Legundi masih ditemui area yang memenuhi baku mutu. Kedua; dalam rangka pengendalian pencemaran, ecoton mendesak untuk dilakukan revisi acuan baku mutu limbah cair yang terdapat pada SK Gub 45/2002 yang hanya menitik beratkan pada kemampuan teknologi pengolahan limbah cair. Saatnya Gubernur membuat SK tentang baku mutu limbah cair dengan mengacu pada Daya Tampung Beban Pencemaran Kali Surabaya, sehingga nantinya setiap kabupaten/kota dalam memberikan ijin pembuangan limbah cair harus mengacu pada daya tampung beban pencemaran kali Surabaya.

"Sementara diperlukan penghentian pendirian industri-industri baru disepanjang Kali Surabaya apabila daya tampung beban pencemaran kali surabaya sudah terlampaui," Ungkap Gubernur Jawa Timur, lebih lanjut Soekarwo akan memanggil berbagai instansi terkait pengendalian pencemaran di Kali Surabaya seperti BBWS, Jasa Tirta I malang dan Dinas Pengairan. “Selama ini seolah hanya BLH Jatim yang bekerja sendirian dalam pengendalian pencemaran di Kali Surabaya," Ungkap Indra Wiragana.

Ketiga: Kajian tentang kandungan Logam berat dan Senyawa esterogenik dan bahan kimia yang terdapat dalam tubuh ikan di Kali Surabaya. "Selama ini masyarakat mempertanyakan keamanan ikan-ikan mati di Kali Surabaya untuk bisa dikonsumsi,' Ujar Riska Darmawanti (PAS)


« Back to archive Informasi | | |
Informasi Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno