Language:
Berita
Senin, 09 Mei 2011 12:41
UGM tidak Terlibat Amdal di Pegunungan Kendeng

PATI--MICOM: Warga di Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati, Jawa Tengah kecewa dan menyatakan PT Sahabat Mulya Sejati (SMS), anak perusahaan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk, investor yang akan mengeksploitasi pegunungan Kendeng untuk pabrik semen telah berbohong dengan mencatut nama Universitas Gajah Mada UGM) Yogyakarta dalam pembuatan amdal.
Keterangan dihimpun Media Indonesia di Pati, Minggu (8/5) warga di pegunungan Kendeng, Pati mengaku kecewa atas kebohongan yang dilakukan oleh PT Sahabat Mulya Sejati (SMS), perusahaan anak PT Indocement Tunggal Perkasa, investor yang akan mengeksploitasi peegunungan Kendeng untuk pendirian pabrik semen tersebut, karena UGM ternyata tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan amdal bagi perusahan tersebut di pegunungan Kendeng Utara.

"Saya pada Sabtu (7/5) bersama 10 orang perwakilan warga dari masyarakat di pegunungan Kendeng, Kecamatan Tambakromo, Pati ke UGM untuk menanyakan masalah keterlibatan universitas tersebut dalam pembuatan amdal paabrik semen," kata Sopan,53, warga Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo, Pati.

Bersama sepuluha warga, demikian Sopan, rombongan dari perwakilan warga ini diterima langsung oleh Ketua Pusat Study Lingkungan Hidup (PSLH) UGM Hari Kusnarto dan empat stafnya, dari UGM tersebut diperoleh keterangan bahwa pihak PSLH UGM tidak pernah terlibat atau dilibatkan dalam studi pembuatan amdal pembangunan pabrik semen di pegunungan Kendeng oleh PT SMS atas nama PT Indocement, sebagai induk perusahaan.

Menurut pihak PSLH UGM saat masih dipimpin Eko Sugiarto, ujar Sopan, memang pernah didatangi oleh pihak Indocement, namun sejauh ini belum ada kesepakatan ataau studi tentang pembuatan amdal tersebut. Karena itu, warga sangat kecewa dan mengutuk pihak PT SMS telah melakukan kebohongan selama ini dengan mencatut nama UGM.

Sementara itu Eko Sugiarto, mantan Ketua Pihak PSLH UGM mengatakan UGM merasa perlu melakukan pertemuan dengan perwakilan warga masyarakat Kendeng dalam rangka merespon pemberitaan media massa terkait pernyataan direktur PT SMS Alexander Frans yang selalu membawa-bawa nama kampusnya (UGM) dalam setiap pernyataan di media massa.

"Kami memang pernah didatangi oleh pihak Indocement dan diminta terlibat, tetapi sejak awal kami menolak jadi pihak PT SMS yang menyatakan bahwa ada UGM di proyek pembangunan pabrik semen di Kendeng adalah bohong dan UGM tidak pernah terlibat," kata Eko Sugiarto.

Mengetahui kebohongan tersebut yang dilakukan oleh PT SMS, perwakilan warga juga berniat mendatangi perguruan tinggi lainnya yakni Undip Semarang, UPN Yogyakarta dan universitas Satya Wacana Salatiga yang selama ini dibawa-bawa untuk mengesahkan langkah PT SMS dalam rencananya membangun pabrik semen di pegunungan Kendeng Utara.

"Kami akan datangi seluruh perguruan tinggi yang pernah disebut, karena di UGM terbukti mereka telah bohong," kata Sopan. (AS/OL-2) 

 

Ahamad Sapuan; http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/09/224499/289/101/UGM-tidak-Terlibat-Amdal-di-Pegunungan-Kendeng-


« Back to archive Berita | | |
Berita Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno