Language:
Berita
Senin, 28 Januari 2013 18:00
Warga Gugat PDAM

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga mengajukan gugatan warga negara (citizen lawsuit) atas kerja sama PDAM Jaya dengan dua operator air minum. Hari Senin (28/1/2013) ini, gugatan memasuki tahapan mediasi.

Warga menggugat tujuh pihak, yakni Presiden RI, Wapres, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Keuangan, Gubernur DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, dan Dirut PDAM. Selain itu, ada dua pihak yang turut tergugat, yakni operator Palyja dan Aetra.

"Kami menuntut agar perjanjian kerja sama antara PDAM dan operator air dibatalkan karena merugikan warga pengguna air PAM," kata Arif Maulana, kuasa hukum warga. Warga meminta pengelolaan air bersih dikembalikan ke PDAM. Kerja sama antara PDAM dan operator air ini mulai berlaku sejak 1998.

Editor :Rusdi Amral

http://nasional.kompas.com/read/2013/01/28/12052452/Warga.Gugat.PDAM
Rabu, 19 Desember 2012 17:56
Skandal Swastanisasi Air Jakarta
Manajer Keuangan PAM Jaya Diperiksa KPK

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Manajer Keuangan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya Budi Pranoto dalam kasus dugaan penyalahgunaan pencairan rekening tunggakan Rp 240 miliar. Pemeriksaan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB itu merupakan kelanjutan dari pemeriksaan sebelumnya.

"Pemeriksaan ini melengkapi informasi sebelumnya yang kurang. Tidak ada surat panggilan, hanya permintaan lisan kepada kami. Biasanya mereka (tim KPK) yang mendatangi Kantor PAM Jaya, tetapi mungkin karena kesibukan, beliau (Budi) yang datang ke Kantor KPK," tutur Direktur Utama PD PAM Jaya Sri Widayanto Kaderi, Rabu (19/12/2012), di Jakarta.

Sri enggan menceritakan informasi berikutnya lantaran dia saat ini sedang memimpin rapat internal di kantornya. KPK mulai memeriksa dugaan penyalahgunaan anggaran di PAM Jaya pada 15 September. Hingga saat ini belum jelas ujung dari proses pemeriksaan tersebut.

Editor : Nasru Alam Aziz

http://nasional.kompas.com/read/2012/12/19/13410778/Manajer.Keuangan.PAM.Jaya.Diperiksa.KPK


Sabtu, 08 Desember 2012 17:53
Skandal Swastanisasi Air Jakarta
Negosiasi Bagi Untung PAM Jaya dan PALYJA

PAM Jaya Tidak Mau Mundur

Jakarta, Kompas - Negosiasi ulang pengembalian keuntungan antara PAM Jaya dan operator PT PAM Lyonnaise Jaya belum selesai. PAM Jaya bertahan dengan pengembalian keuntungan kepada operator 15,82 persen, sementara Palyja ngotot minta pengembalian 19,4 persen.

”Nilai ini tidak menguntungkan PAM karena terlalu besar, sebaliknya justru memberi keuntungan operator lebih besar. Sebisa mungkin pengembalian keuntungan tidak saling merugikan,” tutur Direktur Utama PAM Jaya Sri Widayanto Kaderi, Jumat (7/12), di Jakarta.

Menurut Sri Widayanto, nilai pengembalian keuntungan (internal rate of return/IRR) yang ditawarkan pemerintah sudah mempertimbangkan banyak hal, di antaranya suku bunga bank dan keberpihakan ke warga.

Pada perjanjian kerja sama sebelumnya, IRR pengelolaan air bersih sebesar 22 persen. Sementara itu, kesepakatan IRR dengan operator PT Aetra sudah selesai. ”Soal IRR harus sama untuk seluruh operator, sebab yang diurus sama, yaitu bisnis pelayanan air bersih,” katanya.

Mengenai alotnya proses negosiasi ulang tersebut, Sri Widayanto meminta Badan Regulator hadir menjadi mediator.

”Kami ingin Badan Regulator (BR) kembali menjalankan perannya. Misalnya jika ada persoalan dalam proses negosiasi kami dengan operator, mereka hadir untuk menengahi. Saat ini proses itu masih kami jalani,” katanya.

Anggota Dewan Sumber Daya Air DKI Jakarta, Firdaus Ali, memahami tawaran PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) kepada PAM Jaya. Kondisi Palyja berbeda dengan Aetra, yang bisa menikmati air baku dengan harga lebih murah. Palyja untuk mengatasi kekurangan air baku harus membeli air bersih olahan ke Tirta Kerta Raharja, Kabupaten Tangerang, dengan harga Rp 2.200 per meter kubik.

Apabila Palyja mendapat pasokan air baku yang cukup dan mengolahnya sendiri, harga jualnya pasti lebih murah. Sementara itu, pada Aetra seluruh air baku dipasok dari Jatiluhur dengan harga

Rp 200 per meter kubik sehingga air olahannya menjadi lebih murah.

Anggota Bidang Pelayanan dan Humas Badan Regulator PAM Dedy Pujasumedi mengatakan, BR PAM selalu aktif dalam proses mediasi antara operator dan pemerintah terkait penetapan IRR.

”Sesuai tugas kami yang tertuang dalam peraturan gubernur, kami selalu aktif dalam proses mediasi. Sudah ada tim-tim kecil terdiri dari pihak terkait layanan air bersih yang aktif berdiskusi dan merumuskan usulan-usulan dengan banyak pertimbangan. Rumusan ini yang dibawa ke BR untuk dibicarakan lagi dengan mempertimbangkan sebesar-besarnya demi kepentingan warga/ masyarakat,” kata Dedy.

Keluhan

Di tengah negosiasi bagi untung antara operator dan pemerintah, layanan air bersih bagi sebagian warga Jakarta dirasakan masih buruk. Sejumlah pengusaha pencucian sepeda motor dan mobil di Jakarta Utara mengaku menyedot air tanah karena pasokan PAM tidak lancar.

Kadar (25), karyawan sebuah pencucian mobil di Koja, mengatakan, distribusi air dari PAM kadang terhenti tanpa pemberitahuan. Kondisi ini mendorong mereka memakai air sumur untuk usaha.

Empat dari lima tempat pencucian yang didatangi petugas, mengambil air tanah untuk usaha. Namun, pengelola tidak bisa menunjukkan surat izin pengambilan air tanah.

Menurut Kepala Kantor Lingkungan Hidup Jakarta Utara Mudarisin, pemda setempat telah melipatgandakan tarif air tanah pada 2009 untuk menghambat defisit air tanah yang kian parah. Akan tetapi, kenaikan tarif ini disiasati oleh sebagian pelaku usaha dengan membuat sumur secara sembunyi-sembunyi.

Pengolahan air bersih

Di tengah persoalan ketahanan air yang masih kritis, ikatan alumni perguruan tinggi Jerman di Indonesia menawarkan pengolahan air bersih untuk permukiman padat. Mereka mengenalkan ide kreatif pemanfaatan air kali, situ, ataupun air hujan yang dapat diolah sebagai air bersih untuk warga melalui integrasi teknologi sehingga memungkinkan dilakukan.

”Mereka baru mengenalkan ide kreatif. Hitungan mereka pemanfaatan air dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dengan sentuhan teknologi,” tutur Wiryatmoko, Asisten Pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kamis lalu.

Menurut Wiryatmoko, potensi air yang bisa diolah menjadi air bersih sangat besar. Alumni Jerman itu menawarkan bak-bak sebagai penampung air yang juga dapat dipakai untuk penanganan bencana kebakaran.

Menanggapi rencana ini, Firdaus Ali mengatakan, tawaran tersebut tidak banyak manfaatnya. Persoalan yang harusnya diselesaikan oleh Pemprov DKI adalah menyediakan bahan baku air bersih.

”Tawaran pihak swasta akan membebani anggaran. Sementara persoalan sebelumnya juga belum selesai,” tutur Firdaus menjelaskan. (NDY/MKN/NEL)


http://nasional.kompas.com/read/2012/12/08/03045954/PAM.Jaya.Tidak.Mau.Mundur


Sabtu, 07 Juli 2012 14:35
Bandung - Indonesia
Kisah 200 Warga Jalan 8 Kilometer Cari Air Bersih

TEMPO.CO, Kupang- Sekitar 202 keluarga di Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau yang melanda daerah itu. Mereka harus berjalan delapan kilometer (km) untuk mendapatkan air bersih.

Kepala Desa Enoraen Fransiskus Ton mengatakan krisis air bersih ini terjadi di dua dusun di desa itu yakni Dusun Bikoen sebanyak 134 keluarga dan Fatuaf 66 keluarga. "Warga mengambil air ke mata air di Dusun Oemoro menggunakan jerigen," katanya, Jumat, 6 Juli 2012.

Sumber air bersih milik warga di dua dusun itu, menurut dia, sudah mulai mengering, sehingga tidak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan minum dan mencuci. "Sumur-sumur milik warga sudah mulai mengering," katanya.

Dia mengatakan, air bersih dari Dusun Oemoro sulit dialirkan ke dua dusun tersebut, karena lokasinya berada ketinggian sekitar 70 meter. "Air sulit dialirkan ke atas, sehingga warga harus berjalan kaki untuk mengambil air bersih itu," katanya.

Pemerintah, menurut dia, sudah berupaya untuk mengalirkan air ke dua dusun tersebut menggunakan pompa dan pipa dari dataran rendah ke dataran tinggi, namun gagal. Akibatnya, setiap memasuki kemarau, dua dusun itu selalu mengalami krisis air bersih. "Masyarakat mulai mengeluhkan kesulitan air bersih itu. Padahal, kami sudah usulkan untuk mengatasi masalah itu, namun belum terealisasi," katanya.

Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Kupang, Stef Baha mengatakan pemerintah telah membangun sedikitnya empat embung-embung di Kecamatan Amarasi Timur untuk mengatasi krisis air bersih di daerah itu. "Embung-embung sementara dalam proses penyelesaian. Dua tahun kedepan diharapkan daerah itu tidak alami krisis air bersih," katanya.

YOHANES SEO

-------------------

http://www.tempo.co/read/news/2012/07/07/058415356/Kisah-200-Warga-Jalan-8-Kilometer-Cari-Air-Bersih


Sabtu, 07 Juli 2012 14:12
Indonesia's Clean Drinking Water Crisis Worst in Southeast Asia: Expert

July 05, 2012 - The Jakarta Globe

Pekanbaru. Indonesia has the worst drinking water in Southeast Asia, a freshwater researcher at the Indonesian Research Institute (LIPI) said on Wednesday.

“Only 30 percent [of city residents] have access to clean water,” Ignasius DA Sutapa, a fresh water researcher at LIPI said in Bengkalis, Riau. “[That number] drops to only ten percent in villages.”

Indonesia needs to ensure that 50 percent of the population has access to clean drinking water if the nation hopes to meet the targets set by the United Nations’ (UN) Millennium Development Goals. Participating countries have committed to improving their overall health, environment and quality of life — focusing on eight targets addressing issues like poverty, malaria, HIV and hunger.

Reaching Indonesia’s clean water target it too large a goal for the state-owned water company PDAM to meet alone, Ignasius said.

The government should focus on building more peat water processing plants in peatland-heavy areas like Sumatra, Kalimantan and Papua, he said.

“In those peatland areas, the water is not safe enough to be consumed,” Ignasius said.

A peat water filtration program running in Tanjung Leban village, in Bengkalis, Riau has successfully provided local residents with clean drinking water, he said. The government should fund the development of additional processing plants, Ignasius added.

Antara

http://www.thejakartaglobe.com/health/indonesias-clean-drinking-water-crisis-worst-in-southeast-asia-expert/528758


Selasa, 03 Juli 2012 14:37
Krisis Air
Pulau Jawa Krisis Air

TEMPO.CO, Bandung - Indonesia memiliki sumber daya air terbesar kelima di dunia. Namun, menurut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, ketersediaan air di Pulau Jawa dalam kondisi kritis. Bahkan sudah terjadi impor air secara tak langsung.

Potensi cadangan sumber daya air Indonesia sekitar 3.900 miliar meter kubik per tahun. Potensi itu berada di 5.886 aliran sungai dan 521 danau. "Jumlah potensi air yang dapat dimanfaatkan sekitar 690 miliar liter per tahun," ujarnya saat orasi ilmiah di Aula Barat ITB, Selasa, 3 Juli 2012.

Sebanyak 82 persen air permukaan secara nasional berada di Pulau Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Sedangkan Pulau Jawa cuma punya 4 persen atau 124 ribu liter per detik. Jumlah itu tak sebanding dengan total penduduk Jawa dan Madura sebanyak 138 juta jiwa berdasarkan Sensus Penduduk 2011. Populasi itu separuh lebih dari total jumlah penduduk Indonesia, atau 58 persen. "Ketersediaan air tahunan di Pulau Jawa untuk penduduk dan industri serta irigasi tidak tercukupi," ujarnya.

Setiap penduduk Pulau Jawa hanya mendapat sekitar 1.210 liter air per tahun. Dengan konsep water footprint, yaitu konversi kebutuhan atau produksi pangan dan barang, Pulau Jawa secara tak langsung telah mengimpor air, yaitu dengan masuknya beras impor. "Dari hasil perhitungan indeks pemakaian air di seluruh Indonesia, Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT telah mencapai kondisi yang mengkhawatirkan," ujarnya.

Djoko tak menjelaskan spesifik langkah pemerintah untuk mengatasi masalah air tersebut. Ia mengajak kalangan akademisi untuk membantu memikirkan dan bertindak. Salah satunya menyiapkan banyak insinyur teknik hidrologi. "Di fakultas teknik sudah sedikit yang mau belajar teknik hidro, padahal air itu tantangan masalah ke depan," ujar alumnus dari UGM tersebut.

ANWAR SISWADI

_______________

http://www.tempo.co/read/news/2012/07/03/206414442/Pulau-Jawa-Krisis-Air


Rabu, 27 Juni 2012 14:16
Indonesia Water
Central Java Villages High and Dry as Water Crisis Looms

June 27, 2012 - The Jakarta Globe

A seaside Central Java town is facing a clean water shortage after salt water from the Indian Ocean fouled the local water supply.

Seventy-nine villages in Cilacap are prone to clean water shortages. Eight of those villages are currently without clean water, the head of the Cilacap office of the National Disaster Mitigation Agency (BNPB), Wasi Ariyadi, said on Wednesday.

The villages — Cimrutu, Purwodadi, Rawa Apu, Sidamukti, Bulupayung, Patimuan, Cinyawang and Ujung Gagak — are all located in the Patimuan subdistrict.

Six have been sent twelve tanks containing fresh water, Wasi said.

“We’re sending clean water tanks from the Central Java administration, which have the capacity of 5,000 liters [each], and from the Cilacap PDAM [state water company], which have the capacity of 4,000 liters [each],” Wasi said.

The local branch of the BNPB is currently working with local administrations to get a clearer picture of the region’s needs, he added.

“We’ve coordinated with the Patimuan subdistrict head and the local social and economic official to map which villages are most in need of clean water aid,” Wasi said.

_____________________________

http://www.thejakartaglobe.com/home/central-java-villages-high-and-dry-as-water-crisis-looms/527077


Rabu, 18 April 2012 13:25
Presiden Tetapkan Wilayah-Wilayah Sungai

Sampai Kapan DKI Jakarta Harus Tergantung Air Citarum?
http://sigapbencana-bansos.info/berita/20484-presiden-tetapkan-wilayah-wilayah-sungai.html
Kamis, 19 April 2012 13:19


Jumat, 04 November 2011 11:39
7 Waduk Indonesia Ditetapkan Waspada

Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan tujuh dari 16 waduk di Indonesia saat ini dalam keadaan waspada, terkait kemarau yang menyebabkan waduk tersebut mengering.Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan tujuh dari 16 waduk besar di Indonesia saat ini ditetapkan dalam keadaan waspada atau satu tingkat dibawah bahaya.Tujuh waduk yang masuk dalam katagori waspada tersebut diantaranya waduk Saguling, Cirata, Jatiluhur di Jawa Barat, Waduk Sermo di Yogyakarta, waduk Bili-Bili Sulawesi Selatan dan Lahor, Karang Kates Jawa Timur.


Kamis, 27 Oktober 2011 13:15
Bencana Kekeringan Terencana

Bencana kekeringan yang setiap tahun melanda di sejumlah daerah di Indonesia dinilai Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHa) sebagai bencana terencana.

Hamong Santono, Koordinator KRuHa mengatakan terencana yang dimaksud karena tiap tahun terjadi dan tidak ada upaya konkrit untuk menyelesaikannya. “Setiap musim kemarau curah hujan berkurang dan tidak ada solusinya.Salah satu persoalannya adalah  tata kelola sumber daya energi Indonesia. Kementerian yang memiliki wewenang untuk mengolah sumber daya air tidak dalam koordinasi yang baik,” kata Hamong.


Kamis, 27 Oktober 2011 09:50
When Access to Clean Water Becomes a Problem

"As one of 121 countries that supported the resolution, Indonesia does not yet have optimal management of its water resources."
Not all citizens currently enjoy access to clean water. World Bank data for 2008 reveals that at least 900 million people worldwide do not have access to clean water, while 2.6 billion do not have access to sanitation. In Indonesia, only 50 percent of households have access to clean water and sanitation. The total number of people with clean water access is just 40 million.


Kamis, 27 Oktober 2011 09:37
Navigating Critical Waters; Issues, Challenges and Alternatives to The Privatization and Commerzialization of Water in Asia -ASEAN People Forum Workshop

WORKSHOP THEME:  “Navigating Critical Waters: Issues, Challenges and Alternatives to the Privatization and Commercialization of Water in Asia”
Organizers: Focus on the Global South; Municipal Services Project-Asia; Reclaiming Public Water; Jubilee South-Asia Pacific Movement on Debt and Development
Speakers: Dr. Buenaventura Dargantes, Visayas State University (Philippines); Hamong Santono, Kruha (Indonesia); Milo Tanchuling, JS-APMDD (Philippines); Irfan Zamzami, AMRTA Institute (Indonesia); Nestor Villasin, Philippine Association of Water Districts (Philippines)
Facilitator: Jenina Joy Chavez (Philippines)


Rabu, 22 Juni 2011 12:32
Aetra Masih Tunggu Putusan PAM Jaya

Kompas - 22 Juni 2011

Jakarta, Kompas - Operator air PT Aetra Air Jakarta menunggu keputusan PAM Jaya mengenai perbaikan perjanjian kerja sama yang disepakati untuk diperbaiki. Kesepakatan (memorandum of understanding) sudah disepakati pada awal April dan kini adendum-adendum yang ditawarkan Aetra kepada PAM Jaya sedang dipelajari.


Senin, 20 Juni 2011 15:27
Warga Mulai Kesulitan Air Bersih

SAMPIT, KOMPAS.com - Warga lima desa di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dalam sepekan terakhir kesulitan air bersih.
Warga desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih itu tinggal di Desa Parebok, Besawang, Lempuyang, Regei Lestari dan Kuin Permai, kata Camat Teluk Sampit, Sukarnedi, di Sampit, Selasa (21/6/2011).


Selasa, 14 Juni 2011 13:48
Jangan Mengira Hanya Air Keran yang Tak Layak Konsumsi

Menurut riset baru, air yang dikemas dalam botol kandungan bakterinya lebih banyak dibandingkan air keran. Bahkan temuan beberapa merek, tercatat 100 kali mengandung bakteri di atas batas toleransi.


Senin, 06 Juni 2011 12:18
PAM Rugi Miliaran Rupiah Sejak Kerjasama dengan 2 Operator Air

Jakarta - PAM Jaya mengaku merugi sejak menjalin kontrak dengan dua operator air swasta yaitu PT Palyja dan PT Aetra. Menurut Direktur PAM Jaya, Mauritz Napitupulu, sejak bergabung 13 tahun lalu sampai 2010 lalu, utang PAM Jaya bertambah menjadi Rp 580 miliar.


Senin, 09 Mei 2011 12:41
UGM tidak Terlibat Amdal di Pegunungan Kendeng

PATI--MICOM: Warga di Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati, Jawa Tengah kecewa dan menyatakan PT Sahabat Mulya Sejati (SMS), anak perusahaan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk, investor yang akan mengeksploitasi pegunungan Kendeng untuk pabrik semen telah berbohong dengan mencatut nama Universitas Gajah Mada UGM) Yogyakarta dalam pembuatan amdal.


Kamis, 28 April 2011 11:52
PDAM Tirtanadi dililit hutang

MEDAN - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara saat ini dalam keadaan kritis karena dililit hutang. Diperkirakan jumlah hutang tersebut melebihi Rp20 miliar. Belum lagi tingkat kebocoran hingga 24 persen, dimana untuk perbaikan disetiap satu persen memerlukan biaya hampir Rp1 miliar.
Ini disebabkan di PDAM Tirtanadi ada oknum yang menjabat tidak kompeten, bahkan terindikasi melanggar peraturan perundang-undangan. Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara harus proaktif menyikapi persoalan tersebut.


Kamis, 28 April 2011 11:48
DPRD Sorot Kinerja PDAM Bukit Tinggi

Bukittinggi, Padek—DPRD Bukittinggi menyorot kinerja Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM). Sebab, PDAM belum mampu mengatasi pencarian sumber air baku untuk dialiri dan memenuhi kebutuhan masyarakat 300 liter per detik. Apalagi, daerah ini minim sumber air baku. Seperti rencana permintaan sebagian sumber air baku di Sariak Kabupaten Agam, namun rencana tersebut sulit dan menemui kendala.


Rabu, 27 April 2011 12:48
PDAM Menunggu Kebijakan Wali Kota Magelang

Magelang, CyberNews. PDAM Kota Magelang menunggu kebijakan wali kota menyangkut perubahan tarif air minum. Sebab, hasil kajian tentang itu sudah dikirim DPRD kepada kepala daerah. "Kami memang mendapat tembusan, tetapi kebijakan tentang tarif berada di tangan Pak Wali. Jadi kami sifatnya menunggu," kata Direktur PDAM DS Surjadi SH MM. Sambil menunggu turunnya kebijakan dari orang nomor satu di Kota Magelang, lanjut mantan Kepala Dinas KebersihanPertamanan dan Tata Kota (DKPT) tersebut, pihaknya sedang membahas hasil kajian dari DPRD.


Page: [1 - 2]
1
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno