Language:
Paper
Rabu, 06 April 2011 12:09
Privatisasi Air Jakarta; Akal-Akalan Keuangan dan Dampaknya Bagi Pelanggan

Layanan air di Jakarta telah dikelola penuh oleh swasta sejak 12 tahun yang lalu. Pada tahun 1997, Perusahaan Daerah Air Minum Daerah Khusus Ibukota Jakarta (PAM Jaya), perusahaan publik milik Pemerintah Daerah DKI Jakarta menandatangani perjanjian kerjasama dengan dua mitra swasta yaitu Suez Environnmet dari Prancis dan Thames Water dari Inggris selama 25 tahun sampai 2023 dengan maksud untuk meningkatkan layanan air di Jakarta.

Mitra dari Prancis menangani bagian barat Jakarta melalui PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan bagian timur dikelola oleh PT Thames PAM Jaya (sekarang Aetra). Dalam kerjasama berbentuk konsesi ini, operator swasta pemegang hak konsesi mendapat hak untuk dibayar atas jasanya menghasilkan air oleh PAM Jaya berdasarakan satu sistem pembayaran yang disebut imbalan air (water charge). Nilai imbalan tidak sama dengan tarif air yang dibayar oleh pelanggan. Untuk menjada agar cash flow operator selalu baik akan selalu diupayakan agar nilai tarif selalu melebihi imbalan air. Hal ini untuk mejaga agar jumlah yang berhasil dikumpulkan dari pelanggan nilainya cukup untuk membayar  imbalan swasta.


« Back to archive Paper | Download |
Paper Linked
List Comment
Comment
Name :
Email :
Website :
Title Comment :
Comment :
Code :
Letter code above the input fields bellow
 
Minggu, 20 Maret 2011 13:51
Kemelut Sumberdaya Air; Menggugat Privatisasi Air di Indonesia

Kitab  ini adalah semacam lonceng bangun pagi (wake up call) untuk  mengingatkan...


Minggu, 20 Maret 2011 12:56
Air Sebagai Layanan Publik

Air Sebagai Layanan Publik mencoba mendeskripsikan kembali sejarah penyediaan layanan air...



© 2011 copyright Kruha.org
Best viewed Mozilla, Opera, Google Chrome
All Rights Reserved. Powered by oneTechno